Komunikasi Lintas Budaya dan Perilaku Sosial Jawa dalam Miskomunikasi Interaksi Multikultural

Authors

  • Sinta UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Author
  • Fadhilla Yusri Author

Keywords:

komunikasi lintas budaya, perilaku sosial, budaya Jawa, miskomunikasi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya interaksi sosial dalam lingkungan multikultural yang sering menimbulkan perbedaan gaya komunikasi, sehingga berpotensi menyebabkan miskomunikasi antarindividu. Dalam konteks tersebut, ditemukan fenomena pada konseli SB yang menunjukkan kecenderungan komunikasi tidak langsung, sikap menghindari konflik, serta orientasi kuat terhadap harmoni sosial yang khas budaya Jawa. Kondisi ini menjadi perhatian karena perbedaan gaya komunikasi dapat memengaruhi efektivitas kerja sama kelompok di lingkungan akademik.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola perilaku SB dalam konteks budaya Jawa serta mengkaji dampaknya terhadap efektivitas interaksi sosial di lingkungan yang memiliki keberagaman budaya. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana nilai budaya memengaruhi cara individu dalam berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan baru.Metode yang digunakan adalah eksperimen kualitatif melalui observasi perilaku dalam situasi diskusi kelompok dan interaksi sosial sehari-hari. Data dikumpulkan melalui pengamatan respons verbal dan non-verbal konseli serta analisis konteks budaya yang melatarbelakangi perilaku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SB memiliki pola komunikasi konteks tinggi yang ditandai dengan penggunaan bahasa tidak langsung, kecenderungan menjaga perasaan orang lain, serta mekanisme saving face yang kuat. Hal ini menyebabkan kesenjangan antara ucapan dan tindakan, sehingga sering menimbulkan miskomunikasi dalam lingkungan kerja kelompok.Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku SB merupakan bentuk adaptasi budaya yang berakar pada nilai kesantunan dan keharmonisan sosial, bukan kelemahan individu. Namun, diperlukan pengembangan keterampilan komunikasi asertif agar individu mampu beradaptasi secara efektif dalam lingkungan lintas budaya tanpa kehilangan identitas budayanya.

References

Ariani, N. (2022). Komunikasi lintas budaya dalam interaksi sosial mahasiswa rantau. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Indonesia, 5(2), 110–121.

Astuti, S. (2021). Nilai budaya Jawa dalam pembentukan karakter komunikasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 45–56.

Budiman, H. (2023). Pola komunikasi konteks tinggi dalam masyarakat Indonesia. Jurnal Kajian Budaya dan Sosial, 8(3), 201–213.

Dewi, R. P. (2022). Strategi komunikasi asertif dalam lingkungan multikultural. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(2), 89–98.

Handayani, T. (2021). Saving face dalam budaya Jawa dan implikasinya terhadap komunikasi interpersonal. Jurnal Psikologi Sosial, 10(1), 33–44.

Hidayat, M. (2023). Adaptasi budaya mahasiswa perantau di lingkungan akademik. Jurnal Pendidikan Multikultural, 9(2), 150–162.

Kusuma, A. (2022). Konflik budaya dalam komunikasi kelompok mahasiswa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(3), 77–88.

Nugroho, B. (2024). Nilai rukun dan tepa selira dalam masyarakat Jawa modern. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(1), 55–67.

Pratama, D. (2023). Komunikasi tidak langsung dalam budaya kolektivistik. Jurnal Psikologi dan Budaya, 8(2), 99–110.

Rahmawati, L. (2021). Interaksi sosial dan miskomunikasi dalam kelompok belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan Sosial, 6(2), 120–131.

Setiawan, E. (2024). Etika komunikasi dalam masyarakat multikultural Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Kontemporer, 10(2), 140–152.

Widodo, S. (2022). Budaya Jawa dan dinamika komunikasi interpersonal. Jurnal Humaniora Nusantara, 7(1), 25–36.

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Komunikasi Lintas Budaya dan Perilaku Sosial Jawa dalam Miskomunikasi Interaksi Multikultural. (2026). Neoedu: Journal of Knowledge and Innovation, 2(01), 10-16. https://journal.nagastra.org/index.php/neoedu/article/view/17

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.