Konseling Lintas Budaya : Praktik Konseling Individual Dengan Konseli Minang
Keywords:
konseling lintas budaya, Gestalt, kursi kosong, kesepian emosional, mahasiswaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesepian emosional yang dialami mahasiswa perantau, khususnya pada konseli AP yang berasal dari budaya Minangkabau dan tinggal di kos selama menempuh pendidikan. Kesepian muncul bukan hanya karena kondisi fisik yang sendiri, tetapi juga karena kurangnya kedekatan emosional dengan orang tua, hilangnya figur tempat bercerita, serta keterbatasan hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil konseling individual lintas budaya dengan pendekatan Gestalt menggunakan teknik kursi kosong dalam membantu mengurangi kesepian emosional konseli. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dalam bentuk studi kasus konseling individual, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan catatan proses konseling. Intervensi dilakukan menggunakan pendekatan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong untuk membantu konseli mengekspresikan perasaan yang terpendam serta meningkatkan kesadaran diri terhadap kebutuhan emosionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseli mampu mengungkapkan perasaan kesepian, kebutuhan akan perhatian orang tua, serta keinginan untuk memperbaiki komunikasi keluarga. Konseli juga mengalami peningkatan kesadaran diri, perasaan lebih lega, serta munculnya inisiatif untuk memperbaiki hubungan sosial di lingkungan kos dan keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling Gestalt teknik kursi kosong efektif dalam membantu konseli mengelola kesepian emosional dalam konteks lintas budaya.
References
Amti, Prayitno dan Erman. 1994. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Andriyani, Neng Sulastri. 2025. “Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesepian Pada Mahasiswa Perantauan Di Karawang.” Jurnal Mahasiswa Psikologi 5(1): 40–47.
Corey, Gerald. 2013. Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Gondokusumo, Aneta Larasati. 2023. “Dukungan Sosial dan Kesepian Pada Mahasiswa Rantau UKSW Dari Luar Pulau Jawa.” Jurnal Ilmiah Hospitality 12: 831–836.
Magdalena, Shinta Maria. 2023. “Hubungan Family Functioning dan Kesepian Pada Mahasiswa Perantauan.” Jurnal Psikologi Indonesia 11: 17–30.
Nur’ani. 2021. Konseling Lintas Budaya. Medan: CV Pubdikra Mitra Jaya.
Putri, Zahra Vidya, dkk. 2025. “Rasa Kesepian di Perantauan: Peran Dukungan Emosional Pengelolaan Kost Bagi Mahasiswa.” Jurnal Psikologi 14.
Safitri, dkk. 2025. “Efektivitas Konseling Gestalt Teknik Kursi Kosong Dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri.” Jurnal Konseling Pendidikan Islam 3(1): 55.
Syahril. 2018. “Konseling Lintas Budaya Dalam Perspektif Budaya Indonesia.” Jurnal Al-Taujih 4(1): 76–86.
Gantina, Komalasari. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
Latipun. 2015. Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.
Winkel, W.S. & Sri Hastuti. 2012. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri ayu nabila, Fadhilla Yusri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



