Personal Branding Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Citra Positif Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital
Authors
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi antara lembaga pendidikan Islam dan masyarakat. Kehadiran media sosial dan berbagai platform digital menjadikan guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai representasi profesional lembaga di ruang publik. Dalam konteks tersebut, personal branding guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu strategis karena identitas, kompetensi, integritas, dan aktivitas digital guru dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap dirinya maupun lembaga pendidikan tempatnya bertugas. Penelitian ini bertujuan menganalisis personal branding guru PAI dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat citra positif lembaga pendidikan Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan buku-buku akademik dan artikel jurnal nasional yang relevan dengan tema personal branding, profesionalisme guru, komunikasi digital, branding pendidikan, kepercayaan publik, dan citra lembaga pendidikan Islam yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai konsep dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa personal branding guru PAI yang efektif bertumpu pada lima dimensi utama, yaitu kompetensi profesional, integritas dan keteladanan, konsistensi identitas, kemampuan komunikasi digital, serta kontribusi edukatif kepada masyarakat. Kelima dimensi tersebut membentuk kredibilitas guru yang selanjutnya dapat memperkuat kepercayaan publik. Pada tingkat kelembagaan, guru dapat berfungsi sebagai representasi sekaligus brand ambassador alami lembaga pendidikan Islam, sehingga reputasi personal guru berpotensi berkontribusi terhadap pembentukan citra kelembagaan. Namun, personal branding tidak identik dengan pencitraan atau upaya mengejar popularitas. Personal branding yang tidak didukung kualitas nyata justru dapat menciptakan kesenjangan antara citra digital dan realitas lembaga. Oleh karena itu, personal branding guru PAI perlu dikembangkan secara autentik, etis, konsisten, dan berorientasi pada nilai-nilai pendidikan Islam. Kajian ini menawarkan perspektif bahwa penguatan citra lembaga pendidikan Islam di era digital tidak hanya bergantung pada strategi branding institusi, tetapi juga pada kemampuan setiap guru dalam membangun kredibilitas profesional dan menghadirkan nilai edukatif di ruang publik digital
Keywords
References
Bunga May, Rita Aryani, Eka Putri. (2026). trategi Guru dalam Membangun Personal Branding Melalui Konten Tikto. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 2(1).
Dkk, E. (2024). Peran Manajemen Humas dalam Membangun Citra di Lembaga Pendidikan. Journal of Governance and Public Administration, 2(1).
Dkk, M. H. (2026). Digital Branding untuk Sekolah Islam: Meningkatkan Citra dan Daya Tarik Peserta Didik. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(3), 3247–3257.
Dkk, S. J. (2025). Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital: Integrasi Media Sosial dan Literasi Spiritual. Jurnal Tarbiyah Bil Qalam, 9(2).
Karim, D. H. dan H. A. (2025). Etika di Ujung Jari: Tantangan Digital Branding Sekolah Islam di Tengah Maraknya Fenomena Pencitraan Semu. Edu Research, 6(4).
Mahdi Wahyuni Salam, Didi Sartika, S. (2026). Digital Branding as Curriculum Identity Representation in an Integrated Islamic School: A Case Study of SMP IT Cendekia Takengon. TADBIRUNA, 6(1), 510–524.
Mestika Zed. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Opan Arifudin dkk. (2020). Manajemen Pemasaran Pendidikan. Widina Bhakti Persada.
Puspitasari, I. P. dan A. (2023). Analisis Personal Branding di Media Sosial: Studi Kasus Personal Branding sebagai Komunikasi Bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Instagram. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(2), 972–975.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Syarifah, C. S. dan L. (2020). Peran Public Relations dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum Dan Pendidikan, 30(2).
Tsamar Nur Aini, Lukman Nugraha, Andika Hariyanto Surbakti, Akmal Mundiri, M. A. F. S. (2025). Value Based Branding in Islamic Boarding Schools: Efforts to Maintain Identity in Digitalization Dynamics. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2).
Venessa Agusta Gogali, M. T. (2021). Personal Branding Konten Kreator melalui Citra Diri Mahasiswa di Instagram. Jurnal Media Penyiaran, 1(2), 117–123.
Yuliana dkk. (2023). Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital. Sada Kurnia Pustaka.
Bunga May, Rita Aryani, Eka Putri. (2026). trategi Guru dalam Membangun Personal Branding Melalui Konten Tikto. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 2(1).
Dkk, E. (2024). Peran Manajemen Humas dalam Membangun Citra di Lembaga Pendidikan. Journal of Governance and Public Administration, 2(1).
Dkk, M. H. (2026). Digital Branding untuk Sekolah Islam: Meningkatkan Citra dan Daya Tarik Peserta Didik. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(3), 3247–3257.
Dkk, S. J. (2025). Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital: Integrasi Media Sosial dan Literasi Spiritual. Jurnal Tarbiyah Bil Qalam, 9(2).
Karim, D. H. dan H. A. (2025). Etika di Ujung Jari: Tantangan Digital Branding Sekolah Islam di Tengah Maraknya Fenomena Pencitraan Semu. Edu Research, 6(4).
Mahdi Wahyuni Salam, Didi Sartika, S. (2026). Digital Branding as Curriculum Identity Representation in an Integrated Islamic School: A Case Study of SMP IT Cendekia Takengon. TADBIRUNA, 6(1), 510–524.
Mestika Zed. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Opan Arifudin dkk. (2020). Manajemen Pemasaran Pendidikan. Widina Bhakti Persada.
Puspitasari, I. P. dan A. (2023). Analisis Personal Branding di Media Sosial: Studi Kasus Personal Branding sebagai Komunikasi Bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Instagram. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(2), 972–975.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Syarifah, C. S. dan L. (2020). Peran Public Relations dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum Dan Pendidikan, 30(2).
Tsamar Nur Aini, Lukman Nugraha, Andika Hariyanto Surbakti, Akmal Mundiri, M. A. F. S. (2025). Value Based Branding in Islamic Boarding Schools: Efforts to Maintain Identity in Digitalization Dynamics. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2).
Venessa Agusta Gogali, M. T. (2021). Personal Branding Konten Kreator melalui Citra Diri Mahasiswa di Instagram. Jurnal Media Penyiaran, 1(2), 117–123.
Yuliana dkk. (2023). Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital. Sada Kurnia Pustaka.
Downloads
Publication Details
Citation & Tools
How to Cite
Share
Licensing & Copyright
© 2026 Neoedu: Journal of Knowledge and Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.